HeadlineNews

Pengendara Minta Wacana Kenaikan Tarif Parkir Jakarta hingga Rp60 Ribu Dikaji Ulang

JAKARTA.PUSARAN.ONLINE-Sejumlah pengendara meminta agar wacana kenaikan tarif parkir di Jakarta bisa dikaji ulang. Pemerintah diminta untuk melihat lagi apakah transportasi umum sudah memadai apabila ingin mendorong masyarakat naik kendaraan umum.

“Harapanku, pemerintah tolong kaji ulang lagi. Aku paham pemerintah ingin menerapkan sistem seperti di luar negeri yang memakai tarif parkir mahal untuk menekan kendaraan pribadi,” ucap pengendara motor bernama Dilla (28) ketika diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026). Baca berita tanpa iklan.

Gabung Kompas.com+ Dilla bilang, untuk meningkatkan minat masyarakat naik kendaraan umum, maka pemerintah wajib membuat suasananya nyaman seperti di luar negeri.

Mulai dari armada yang banyak dan menjangkau semua wilayah sehingga waktu tunggunya tak terlalu lama, fasilitas halte dan pedestrian yang layak, hingga minim kriminalitas.

Harapanya Semprot Propam soal Dugaan Permintaan Rp 50 Juta ke Keluarga Tersangka Penimbun BBM Jakarta Targetkan 10.047 Bus Listrik pada 2030 untuk Tekan Emisi Transportasi Artikel Kompas.id “Jadi harapannya, perbaiki dulu transportasi umumnya sampai benar-benar baik, baru tekan dengan harga parkir yang mahal kalau memang pemerintah tetap mau memaksa,” sambung dia.

Jika tak disertai dengan perbaikan transportasi umum, kenaikan tarif parkir dinilai mencekik warga karena pengeluarannya akan membengkak. Baca juga: Ramai Tag Parkir Kendaraan Belum Datang, Kemenhub: Tak Punya Dasar Hukum Pengendara mobil lain, Ilyas (45), juga meminta agar kebijakan ini dikaji ulang. “Mendingan dikaji ulang lagi deh,” ucap dia.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Karyawan swasta itu bilang, kenaikan tarif parkir untuk mobil dari Rp 6.000 mencapai Rp 60.000 per jam tak akan ampuh menahan masyarakat untuk tidak naik kendaraan pribadi. Sebab, para pengendara bisa mencari alternatif parkir lain yang jauh lebih murah.

Bagi Ilyas, kenaikan tarif parkir justru hanya membuat pengeluaran masyarakat membengkak di tengah gaji pas-pasan. Sementara pengendara mobil lain, Yudi (25), berharap agar tarif parkir di Jakarta tidak jadi mengalami kenaikan. “Harapannya ya tidak usah dinaikkan lagi, sudah segitu saja.

  • Tidak perlu dinaikkan karena tidak semua orang setuju akan hal itu. Jangan mengambil intervensi macam-macam,” ungkap dia. Yudi menegaskan, setiap merencanakan kebijakan pemerintah seharusnya bisa mempertimbangkan dampaknya akan seperti apa untuk masyarakat. “Mohon maaf saja, pemerintah kan yang gaji juga rakyat. Maksudnya, kalau mau mengadakan kebijakan, dilihat dulu efeknya apa ke masyarakat.

Tarif parkir jadi 60.000 konsekuensinya apa di mata masyarakat? Sekarang saja banyak masyarakat yang menilai kinerja pemerintah kurang baik, apalagi ditambah dengan kebijakan seperti ini,” tutur dia.(***)

Related Posts

1 of 32